Efek Proteksi Kombinasi Minyak Wijen (Sesame Oil) dengan α-Tocopherol terhadap Steatosis melalui Penghambatan Stres Oksidatif pada Tikus Hiperkolesterolemia

Nur Khoma Fatmawati, Mulyohadi Ali, Edi Widjajanto

Abstract


pertanian

Minyak wijen (MW) yang banyak mengandung polyunsaturated fatty acid (PUFA) berfungsi menurunkan kadar lipid serum melalui induksi β oksidasi di mitokondria. Proses ini menghasilkan produk sampingan berupa radikal bebas. Vitamin E (α-tocopherol) diketahui menghambat aktifitas radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek sinergisme MW dan α-tocopherol dalam menghambat steatosis yang diakibatkan keadaan hiperkolesterol. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh perbedaan bermakna (p<0,05) terutama dosis MW 1,2 ml pada semua parameter antara kelompok  hiperkolesterol, MW dan MW+α-tocopherol. Kadar kolesterol kelompok hiperkolesterol (140,925±10,5) mg/dl; kelompok MW (93,845±4,37) mg/dl dan kelompok MW+α-tocopherol (92,90±8,5) mg/dl. Kadar trigliserida kelompok hiperkolesterol  (154,78±11,09) mg/dl; kelompok MW (184,64±3,87) mg/dl dan kelompok MW+α-tochopherol (66,89 ± 6,03) mg/dl. Pada kelompok MW kadar MDA (0,257±0,013) nmol/mg protein, kelompok hiperkolesterol (0,847±0,036) nmol/mg protein dan kelompok kombinasi MW dengan α-tocopherol (0,092±0,006) nmol/mg protein. Kadar SOD pada kelompok kombinasi MW dengan α-tocopherol (253,82±16,63) U/mg protein, kelompok MW (208,7±11,27) U/mg protein, kelompok hiperkolesterol (139,7±2,82) U/mg protein. Dari gambaran histologis steatosis lebih banyak didapatkan pada kelompok hiperkolesterol yang disertai dengan keradangan, sedangkan pada kelompok kombinasi minyak wijen dengan α-tochopherol memiliki gambaran histologis terendah mengalami steatosis.

Kata kunci: hiperkolesterol, minyak wijen, steatosis


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jels.2012.002.02.01

Refbacks

  • There are currently no refbacks.