Proteksi Kombinasi Minyak Wijen dan α-tocopherol Terhadap Glomerular Injury Melalui Penghambatan Stres Oksidatif Tikus Hiperkolesterolemia

Dewi Sukmawati

Abstract


Minyak wijen (MW) kaya akan polyunsaturated fatty acid (PUFA) terutama linoleat yang diketahui dapat menurunkan kadar lipid dalam darah.  Namun, salah satu kelemahan PUFA sebagai hipolipidemik adalah cenderung mudah untuk teroksidasi karena struktur ikatan rangkapnya.  Vitamin E (α-tocopherol) diketahui dapat melindungi struktur PUFA terhadap  oksidasi serta dapat menghambat stres oksidatif. Peningkatan stres oksidatif pada hiperkolesterolemia diduga kuat berperan penting dalam patogenesa glomerular injury.  Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa penambahan α-tocopherol pada minyak wijen mempunyai efek sinergis dalam mencegah glomerular injury melalui  penurunan stres oksidatif. Penelitian ini menggunakan Rattus novergicus strain Wistar jantan (200 g) yang dibagi menjadi tujuh kelompok masing – masing 4 ekor, kelompok hiperkolesterol (HK), kelompok ke-2, ke-3 dan ke-4 adalah kelompok HK + MW (dosis masing-masing 0,3; 0,6, dan 1,2 ml), sedangkan kelompok ke-5, ke-6 dan ke-7 adalah kelompok  HK + MW (dosis masing – masing 0.3, 0.6 dan 1.2 ml) + α-tochopherol 20 mg). Pengukuruan kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), ureum dan kreatinin darah dilakukan pada minggu ke-10. Aktivitas stres oksidatif jaringan ginjal diukur dari kadar malondialdehide (MDA) menggunakan uji thiobarbituric acid (TBA) dan kadar superoxyde dismutase (SOD) jaringan dengan uji Nitroblue tetrazolium (NBT). Pemeriksaan histologis dilakukan untuk melihat deposit matriks dan jumlah sel mesangial pada glomerulus dengan pengecatan  Periodic Acids Schiff (PAS). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan bermakna penurunan kadar MDA antara kelompok MW dengan MW + α-tocopherol pada dosis 0.3 (p = 0.000) dan 0.6ml (p = 0.001) yang menunjukkan interaksi sinergistik MW + α-tocopherol serta kecenderungan penurunan kadar SOD. Terdapat dugaan interaksi secara potensiasi dengan penambahan α-tocopherol pada minyak wijen terhadap penurunan kadar kolesterol total dan LDL.  Gambar  histologis glomerular injury menunjukkan bahwa kombinasi  MW + α-tocopherol dapat menghambat peningkatan jumlah sel (p = 0.000)  dan matriks mesangial (p = 0.614). Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan α-tochopherol pada minyak wijen mempunyai efek yang lebih baik dibanding minyak wijen sendiri dalam menghambat glomerular injury melalui penghambatan stres oksidatif di jaringan ginjal secara sinergis.

Kata kunci: α-tocopherol, glomerular injury, minyak wijen, stres oksidatif.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jels.2013.003.02.04

Refbacks

  • There are currently no refbacks.