Identifikasi Protein Adhesi Pili Proteus Mirabilis P355 dan Protein Reseptor pada Vesika Urinaria Kelinci

Dian Chusna Mufida, Sumarno Sumarno, Sanarto Santoso

Abstract


Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi nosokomial yang sering terjadi di rumah sakit. Penyebab ISK nosokomial ini diantaranya adalah Proteus mirabilis p355 dan sering dijumpai pada pasien yang memakai kateter. Proteus mirabilis mempunyai berbagai macam faktor virulensi, diantaranya adalah fimbria atau pili. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi protein pili Proteus mirabilis (molekul adhesin) serta mencari protein reseptor bakteri tersebut pada epitel vesika urinaria kelinci. Penelitian ini dilakukan dengan isolasi protein pili, selanjutnya dilakukan uji hemaglutinasi dan uji hambat adhesi. Uji hambat adhesi mempergunakan protein pili  yang telah dielektroelusi dan didialisa, disalutkan pada sel epitel vesika urinaria kelinci dengan dosis 400 µl, 200 µl, 100 µl, 50 µl, 25 µl, 12,5 µl dan 0 µl sebagai kontrol. Selanjutnya dilakukan identifikasi protein reseptor dengan cara menyalut bakteri Proteus mirabilis dengan matriks ekstra seluler dari epitel vesika urinaria kelinci. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya reaksi hemaglutinasi dari protein pili dengan berat 35,2 kDa dengan titer tertinggi 1/521. Hasil uji hambat adhesi epitel vesika urinaria yang disalut protein pili dengan berat 35,2 kDa menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis protein yang diberikan, semakin sedikit bakteri yang melekat pada epitel vesika urinaria. Penurunan ini terjadi secara signifikan dengan indeks regresi   (r) = 0,95 dan p-value = 0,00. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa protein pili Proteus mirabilis dengan berat molekul 35,2 kDa merupakan protein adhesin, sedangkan protein reseptor Proteus mirabilis diprediksi mempunyai berat molekul, 36 kDa, 24,5 kDa dan 24 kDa.

Kata kunci : adhesi, pili, protein reseptor, Proteus mirabilis

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jels.2011.001.01.01

Refbacks

  • There are currently no refbacks.