Aktivitas Imunomodulator Polyscias obtusa Terhadap Sistem Imunitas Pada Bone Marrow Broiler Setelah Pemberian Salmonella typhimurium

Erin Kurnianingtyas, Muhammad Sasmito Djati, Muhaimin Rifa'i

Abstract


Antibiotik banyak dimasukkan dalam pakan ternak untuk menanggulangi penyakit ternak, namun pemberian antibiotik dalam waktu lama dapat menyebabkan resistensi dan juga residu bagi manusia. Polyscias obtusa memiliki senyawa saponin, tanin, dan flavonoid yang diduga sebagai imunomodulator dalam sistem imunitas tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh daun P. obtusa sebagai imunomodulator terhadap imunitas anak ayam broiler. Metode penelitian diantaranya uji konfirmasi bakteri, persiapan kultur bakteri dan daun P. obtusa, pembuatan pakan ransum dosis 1 (0.08%), dosis 2 (0.16%) dan dosis 3 (0.26%) dari daun P. obtusa, infeksi S. typhimurium 500 µl secara oral di hari ke-14, pembedahan pertama pada hari ke-24, pembedahan terakhir pada hari ke-34, sel limfosit diisolasi pada organ bone marrow dan diinkubasi dengan antibodi rat-anti-CD4+PE, rat-anti-CD8+ FITC, dan rat-anti-CD45+PerCP masing-masing sebanyak 50 µl kemudian dilakukan running flowcytometri. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan perlakuan yang paling menunjukkan dalam peningkatan sel limfosit adalah perlakuan yang diberi dosis daun P. obtusa, yaitu perlakuan pakan ransum dosis 0,08%, perlakuan pakan ransum dosis 0,16%, dan perlakuan pakan ransum dosis 0,26%. Jumlah relatif CD4+ mengalami peningkatan dengan hasil yang berbeda nyata. Sehingga dapat dibuktikan bahwa daun P. obtusa mampu berperan sebagai imunomodulator dalam sistem imunitas.

 

Kata kunci : Ayam broiler, Polyscias obtusa, Salmonella typhimurium, sel

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jels.2013.003.01.05

Refbacks

  • There are currently no refbacks.