Pengaruh Terapi Suplementasi Fitosterol pada Profil Lemak Plasma, Kadar Apolipoprotein (Apo) B-48, dan Penghitungan Sel Busa Aorta Tikus Pascadiet Atherogenik

Rahma Triliana, Djoko W. Soeatmadji, Handono Kalim

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi suplementasi fitosterol pada profil lemak, kadar apolipoprotein B-48, dan mengetahui jumlah sel busa pada tikus pasca diet atherogenik. Penelitian ini dilakukan menggunakan tikus wistar (34 ekor), umur 6-8 minggu, berat 100-160 g, diperlakukan diet atherogenik selama 8 minggu, dilanjutkan dengan diet standar (n=5), diet standar dengan suplementasi tablet fitosterol 0,1% (n=5), 1% (n=6), dan 2% (n=6) dalam total makanan selama 6 minggu. Tikus diet standar 14 minggu sebagai kontrol negatif (n=5) dan tikus diet atherogenik 14 minggu sebagai kontrol positif (n=6). Profil lemak (Kolesterol Total, Trigliserida dan HDL-Kolesterol) dianalisis dengan kit (Diasys), kadar LDL-kolesterol dihitung dengan rumus friedwall sedangkan kadar non HDL-kolesterol dihitung dengan mengurangi kadar kolesterol total dengan kadar HDL-Kolesterol. Kadar Apo-B-48 dianalisis dengan elektroforesis, elektroelusi, dialisa dan spektrofotometri diuret atau laury. Perhitungan jumlah sel busa aorta dilakukan secara manual pada 20 lapangan pandang pembesaran 1000X setelah pewarnaan dengan Oil Red O dan Hematoxilin-Eosin (HE) dengan 3 kali pengulangan. Hasil suplementasi fitosterol dosis 0,1% memiliki rentang 40-50 mg/kgBB/hari, 421-521 mg/kgBB/hari pada dosis 1% dan 937-1250 mg/kgBB/hari pada dosis 2%. Perbedaan signifikan didapatkan pada kadar kolesterol total, LDL-kolesterol, dan non HDL-kolesterol antara kontrol dengan kelompok suplementasi. Kadar HDL-Kolesterol secara signifikan lebih rendah sedangkan kadar ApoB-48 tidak dapat dikuantifikasi akibat berbagai sebab. Penghitungan sel busa pun berbeda nyata antara kontrol dengan suplementasi. Beradsarkan penelitian ini diketahui bahwa suplementasi fitosterol dalam diet memiliki efek terapetik pada profil lemak (kolesterol total, LDL-kolesterol, dan non HDL kolesterol) sehingga mampu mengurangi jumlah sel busa aorta tikus pasca diet atherogenik.

 

Kata kunci: apolipoprotein B, fitosterol, hiperlipidemia, hitung sel busa, profil lemak.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.jels.2012.002.02.03

Refbacks

  • There are currently no refbacks.